Harga Cabai di Palembang Tembus Rp100 Ribu Per Kg
Merdeka.com - Harga cabai di Palembang terus meroket dalam beberapa hari terakhir. Saat ini harganya tembus Rp100 ribu per kilogram. Harga itu berdasarkan pantauan merdeka.com di Pasar 26 Ilir Palembang, Rabu (10/7).
Menurut salah seorang pedagang, harga cabai terus meningkat selama sepekan terakhir yang awalnya tak lebih dari Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Setiap hari terjadi kenaikan hingga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kg.
"Minggu kemarin masih Rp30 ribu sekilo, kemarin Rp83 ribu, sekarang sudah Rp100 ribu," ungkap Harti (48).
Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab terjadinya kenaikan harga. Hanya saja, pasokan lebih sedikit dibanding beberapa pekan sebelumnya.
"Setiap pedagang pasokan berkurang lima sampai tujuh kilo, tapi tetap tersedia terus," kata dia.
Kenaikan harga cabai dikeluhkan pembeli. Menurut Wiwik (40), kenaikan itu berpengaruh terhadap usaha warung makannya. Bisa saja cabai dikurangi setiap menu makanan agar tidak merugi.
"Biasanya beli dua kilo sekarang cuma sekilo sehari, tiap menu makanan dikurangi saja dari pada menaikkan harga jual," ujarnya.
Menanggapi kenaikan harga cabai, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumsel, Yustianus, menjelaskan, mahalnya harga cabai diprediksi tidak akan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan karena sebagian besar daerah penghasil cabai belum memasuki musim panen.
"Panen baru Agustus nanti, kemungkinan harga cabai tetap mahal sebelum waktunya panen," kata dia.
Pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna mencari solusi bagaimana mengatasi kenaikan harga cabai tersebut. Tidak menutup kemungkinan dilakukan impor agar menstabilkan harga seperti semula.
"Kalau terpaksa harus impor ya impor. Tapi kita tetap menunggu perkembangannya dari Kementerian Perdagangan," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya