Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Beras Bergerak Naik, Bulog Disarankan Segera Turunkan Stok

Harga Beras Bergerak Naik, Bulog Disarankan Segera Turunkan Stok Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono menyarankan agar Perum Bulog menurunkan stok beras simpanannya terkait pengendalian harga beras.

"Sekarang harusnya sudah menggelontorkan. Apalagi saat ini Bulog kan sudah bebas melakukan operasi pasar di sepanjang tahun," ucap Menteri Pertanian periode 2004-2009 itu dikutip dari Antara, Selasa (13/11).

Hal tersebut terkait harga beras medium yang pelan-pelan mulai menanjak naik. Dia berpendapat kenaikan ini seiring dengan mulai menipisnya produksi di akhir tahun. Anton menilai besaran beras simpanan, stok mencapai hingga 2,4 juta ton sudah dapat diturunkan untuk menjaga harga hingga akhir tahun.

Apalagi menurutnya, dengan lansiran data beras terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan surplus 2,85 juta ton, stok di pasaran bisa sangat pas-pasan hingga akhir tahun. Hal ini terlihat dari mulai meningkatnya harga gabah di tingkat petani. "Ada potensi kekurangan beras di akhir tahun. Kan tiap tahun selalu begitu, akhir tahun sampai Februari biasa ada kekurangan. Nggak ada surplus," katanya.

Disebutkan Anton, stok di pasaran bisa berpotensi kurang karena catatan surplus yang dirilis BPS lebih banyak tersimpan di rumah tangga. Potensi kekurangan beras di akhir tahun yang terindikasi dari harga terlihat juga dari data BPS yang menyebutkan adanya penyusutan luas lahan untuk pertanian padi.

"Lahan menyusut, sementara tiap tahun ada pertumbuhan masyarakat sekitar 1,4 persen. Konsumsi pasti nambah. Jadi kekurangan ini sesuatu yang jelas," kata pria juga Ketua Dewan Kopi Nasional itu.

Senada dengan pernyataan Anton, pengamat perberasan sekaligus akademisi UI, Mohamad Ikhsan mengatakan, terus menanjak naiknya harga beras bukanlah keanehan yang terjadi akibat perdagangan. Kondisi ini tak lain karena memang panenan sudah berkurang. Harga gabah dari petani pun dilihatnya memang juga sudah melambung.

Dia memperkirakan, untuk bisa mencapai harga normal beras medium, setidaknya Bulog mesti menggelontorkan stoknya sebanyak 100 ribu ton per bulan. Dalam data beras terbaru yang dirilis BPS beberapa minggu lalu, diproyeksikan akan terjadi defisit beras hingga 2,53 juta ton dalam kisaran Oktober Desember 2018.

Ini karena produksi padi dalam tiga bulan tersebut hanya 6,89 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 3,94 juta ton beras. Sementara itu, konsumsi masyarakat di periode yang sama diprediksi mencapai 7,45 juta ton.

Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, mengakui pihaknya butuh gelontoran beras dari Bulog. Ini dikarenakan harga beras medium di Pasar Cipinang yang saat ini sudah berkisar Rp 9.100 per kilogram. Padahal normalnya, harga beras medium di pasar tersebut sekitar Rp 8.700 per kilogram.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP