Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga BBM naik turun, pemerintah alasan minyak dunia kayak Yoyo

Harga BBM naik turun, pemerintah alasan minyak dunia kayak Yoyo Kenaikan BBM. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sejak Oktober 2014 sampai Maret 2015, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah lima kali mengalami penyesuaian. Pada November 2014, Presiden Jokowi-JK menaikkan harga BBM, lalu diturunkan pada Januari 2015. Harga BBM kembali turun pada pertengahan Januari 2015. Awal Maret 2015, harga BBM kembali naik. Di penghujung Maret 2015, harga BBM kembali dinaikkan.

Naik turunnya harga BBM mengundang protes dari beberapa kalangan lantaran cenderung berdampak buruk bagi masyarakat. Kenaikan harga BBM hampir selalu diikuti naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah menanggapi santai dan yakin masyarakat akan terbiasa.

"Ini kan (naik) karena harga minyak (dunia) kayak yoyo (mainan)," ujar Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (30/3).

Sofyan menegaskan, kenaikan harga BBM hampir selalu disebabkan karena kondisi eksternal (minyak dunia) dan nilai tukar mata uang. Belakangan ini, nilai tukar Rupiah terus anjlok. Imbasnya, karena ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM tergolong tinggi, maka kenaikan harga BBM jadi jalan keluar.

Pada Januari dan Maret 2015, dalam waktu satu bulan terjadi dua kali perubahan harga BBM jenis premium. Sofyan membantah jika naik turunnya harga BBM pasti dilakukan sebulan dua kali.

"Tidak tiap 2 bukan sekali juga. kalau harga (minyak dunia) normal-normal saja kita tidak naikkan ya kan. Penentuannya, harga rata-rata minyak dalam 2 minggu terakhir dan rata-rata Rupiah dalam 2 minggu terakhir," jelasnya.

Dia tidak khawatir kenaikan harga BBM bakal bikin inflasi melonjak tajam. "inflasi kita terus monitor perkembangannya. saya pikir masih oke, masih seperti sebelumnya," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP