Harga BBM naik, pemerintah dapat hemat Rp 100 triliun
Merdeka.com - Pemerintah resmi menaikkan harga Premium jadi Rp 8.500 dan Solar menjadi Rp 7.500 per liter per jam 00.00 atau Selasa (17/11). Kenaikan tersebut diklaim Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menghemat anggaran Rp 100 triliun.
"Jumlah persis akan ketahuan setelah kita lakukan APBN Perubahan 2015. Kebijakan hari ini beri tambahan belanja produktif di atas 100 triliun," ujarnya di Istana Negara, Senin (17/11).
Dia mengatakan, dana pengalihan subsidi bakal dialokasikan pada sektor infrastruktur dan sebagian untuk memperkuat kesejahteraan sosial."Paling penting untuk wujudkan visi presiden, pembangunan maritim," katanya.
Pengumuman kenaikan harga BBM disampaikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara. "Hari ini setelah melalui pembahasan, sidang kabinet dan rakor teknis, pemerintah mengalihkan dari sektor konsumtif ke produktif," kata Presiden Joko Widodo.
Sejumlah menteri kabinet kerja Jokowi-JK juga turut hadir. Seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Susilo. Hadir pula Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta ESDM Sudirman Said, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.
Dalam menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah berpatokan pada harga minyak dunia. Kenaikan harga BBM terakhir dilakukan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tepatnya pada pada 22 Juni 2013. Saat itu, pemerintah menetapkan harga BBM bersubsidi jenis Premium naik Rp 2.000 per liter dan harga jual Solar naik Rp 1.000 per liter. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya