Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga BBM cuma naik Rp 2.000, investor belum sepenuhnya puas

Harga BBM cuma naik Rp 2.000, investor belum sepenuhnya puas Bursa Saham. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Premium dijual Rp 8.500 per liter, SOlar Rp 7.500 per liter. Harga baru itu mulai berlaku hari ini, Selasa (18/11).

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo mengatakan pasar saham merespon positif kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Indikatornya terlihat dari pergerakan indeks hari ini. Namun, penguatan indeks hanya terbatas lantaran banyak saham yang juga mengalami guncangan.

"Sejauh ini indeks masih bergerak naik. Saham-saham yang diuntungkan dari kenaikan BBM masih terus bergerak. Akan tetapi, pergerakan IHSG sedikit terguncang. Respons pasar masih positif," ujar Satrio kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (18/11).

Dia tidak menampik adanya sentimen negatif di pasar modal. Yakni terkait besaran kenaikan harga BBM subsidi yang masih di bawah harapan investor. Meski begitu, sentimen tersebut tidak terlalu berpengaruh signifikan menekan indeks.

"Bisa jadi naik subsidi lebih rendah dari harapan. Pemerintah kan awalnya mau menaikkan harga BBM subsidi Rp 3.000 per liter tetapi naiknya cuma Rp 2.000 itu yang direspon pasar," kata dia. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP