Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga BBM belum naik, harga sembako di Jabar mulai merangkak

Harga BBM belum naik, harga sembako di Jabar mulai merangkak Gita Wirjawan sidak pasar Klender. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah baru berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada semester II tahun ini. Wacana tersebut terus dihembuskan pemerintah. Imbasnya, harga BBM bersubsidi belum naik, tapi sejumlah komoditas pangan di beberapa daerah terdongkrak naik.

Salah satunya di Jawa Barat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Ferry Sofwan mengaku beberapa pasar yang ada di wilayah Jawa Barat sudah menaikkan harga bahan pokok sebesar 5 persen. Kenaikan diperkirakan akan terus berlanjut hingga harga BBM benar-benar dinaikkan.

"Sampai saat ini sejumlah barang dan sembako sudah naik dengan mencapai 5 persen, pedagang resah dengan kondisi ini karena tidak tegas pemerintah soal kenaikan harga," kata Ferry di Gedung Sate, Bandung Selasa (21/5).

Dia belum bisa memprediksi puncak kenaikan harga sembako di Jabar. Pedagang kebanyakan resah dengan ketidakpastian kebijakan BBM.

Salah satu harga sembako yang naik adalah telur ayam yang semula Rp 15.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 17.500/kg. "Kalau langsung naik, kemungkinan besar kenaikan harga hanya sekitar 5-10 persen," katanya.

Selain pedagang dibuat resah, tak jarang juga oknum pedagang dan produsen yang melakukan aksi penimbunan, khususnya terhadap barang-barang yang bisa bertahan lama.

Mereka berupaya mencari untung dengan alasan persiapan kenaikan harga BBM. Stok yang ditimbun akan dikeluarkan setelah ada penetapan kenaikan harga BBM.

"Biasanya gitu, pedagang menaikkan harga dulu karena harus tambah modal katanya," terangnya.

Untuk mengantisipasi tak terkendalinya harga sembako yang ada, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di pasar-pasar. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP