Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga baja tahun depan diprediksi tidak akan naik

Harga baja tahun depan diprediksi tidak akan naik Industri baja. (c) shutterstock

Merdeka.com - PT Krakatau Steel memprediksi tidak akan terjadi kenaikan harga jual baja untuk tahun depan. Kemungkinan harga jual baja akan tetap bertahan di kisaran USD 700 sampai USD 750 per ton.

Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K Hakim mengungkapkan, hal ini terjadi lantaran kondisi ekonomi dunia belum stabil. Di samping itu, fluktuasi nilai tukar mata uang asing turut menyumbang stagnasi tersebut.

"Karena sebagian bahan baku kita dari dolar, kami jual juga dalam dolar tapi kami konversi ke rupiah, ini yang terus terus menjadi situasi dilematis," ujar Irvan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/12).

Irvan mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mengakibatkan credit line penjualan baja produksinya tidak dapat terserap secara maksimal. Hal itu diperparah dengan adanya dua kurs yang digunakan dalam penjualan baja, yang di satu sisi menggunakan dolar dan di sisi lain menggunakan rupiah

"Kredit line penjualan tidak semua dalam dolar, ada dalam rupiah juga, jadi pasarnya tidak semunya menyerap," terang Irvan.

Tetapi, Irvan merasa yakin kondisi yang dihadapi Krakatau Steel tidak akan buruk sepenuhnya. Sebab, menurut dia, terdapat permintaan yang cukup tinggi pada sektor otomotif.

"Tapi kita tidak bisa melihatnya secara keseluruhan. Soalnya industri otomotif membutuhkan baja dengan berbagai varian. Misalnya untuk bodi, mesin, dan sebagainya, itu kadar bajanya berbeda satu sama lain," pungkas dia. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP