Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Ayam Hanya Rp8.000/Kg, Peternak Bakal Bangkrut Jelang Lebaran

Harga Ayam Hanya Rp8.000/Kg, Peternak Bakal Bangkrut Jelang Lebaran Peternak ayam. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Asosiasi Masyarakat Peternak Sumatera Selatan memperkirakan sebagian besar usaha peternakan ayam di Palembang bakal gulung tikar atau bangkrut dalam beberapa pekan ke depan. Salah satunya dipicu pelemahan daya beli masyarakat akibat penyebaran virus corona.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumatera Selatan, Ismaidi Chaniago mengatakan, harga ayam yang terus anjlok juga membuat peternak ayam, khususnya peternak kecil tidak dapat bertahan lagi dalam kondisi ini.

"Perkiraan kami, nanti habis Lebaran pada tutup semua. Yang tersisa tinggal peternak ayam yang besar saja. Saat itu terjadi, maka harga ayam akan melonjak tajam," kata Ismaidi.

Dia mengatakan, harga jual ayam di kandang saat ini hanya Rp12.000/Kg, sehingga harga di pasar tradisional hanya berkisar Rp22.000/Kg.

Sebelumnya, pada awal April, harga di pasar tradisional lebih jatuh lagi yakni hanya Rp18.000/kg.

“Coba bayangkan, berapa lagi harga di kandang. Hanya Rp8.000/Kg. Jelas mereka rugi, saat ini saja sudah banyak yang tutup dan terpaksa PHK-kan karyawannya,” kata dia.

Namun, peternak ayam tidak bisa menahan untuk menjual karena dihadapkan tingginya biaya produksi dan usia ayam yang layak dilepas di pasar.

Kelebihan Produksi

rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Saat ini peternakan di Kota Palembang sedang kelebihan produksi. Mereka juga tidak bisa menjual ke daerah lain karena di daerah tersebut juga terjadi hal serupa. "Saat ini hanya 30-40 persen dari produksi yang bisa dijual," kata dia.

Berdasarkan pantauan Antara, harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional Palembang, Sumatera Selatan, masih anjlok di kisaran Rp22.000/Kg.

Anisa, pedagang ayam di Pasar Perumnas Palembang mengatakan, meski harga sudah jatuh tapi pembeli tetap sepi karena pengaruh adanya penyebaran virus corona (Covid-19).

"Orang ke pasar sedikit, jadi walau harga murah tetap saja yang beli sedikit," kata dia.

Dia mengatakan, tidak seperti biasanya harga ayam justru anjlok menjelang Ramadan. Jika biasanya, Anisa dapat menjual sekitar Rp200 kilogram ayam potong per hari, kini dia mengalami penurunan hingga 30 persen.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP