Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga acuan batu bara dipastikan tak akan rugikan PLN

Harga acuan batu bara dipastikan tak akan rugikan PLN PLN. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir mengungkapkan pembahasan harga acuan batu bara akan dilakukan dengan skema Business to Business (B to B). Sehingga bisa ditemukan solusi terbaik agar pengusaha maupun pemerintah tidak ada yang dirugikan.

"Iya, kita akan kaji lagi. Rasanya bisa, kita masing-masing sudah paparkan tadi. Tapi spiritnya kami sangat paham, untuk mencarikan solusi. Sehingga, tentunya PLN tidak berat, tapi juga di perusahaan tambang tidak berat," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/2).

Sementara itu, Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso mengatakan apapun alternatif solusi yang diberikan diharapkan dapat berdampak pada harga batu bara yang terjangkau.

"Negara kan juga punya kewenangan kan, dan yang jelas mau B to B, DMO harga khusus, mau namanya apa, yang pasti negara akan melindungi dengan mengambil keputusan," katanya.

Menurutnya, tarif listrik mesti dijaga agar dapat dijangkau masyarakat, selain itu tarif listrik yang terjangkau tentu akan menggairahkan iklim investasi dalam negeri. "Misalnya industri minta salah satu komponen biaya listrik, kalau listriknya tidak bersaing, daya saing kita rendah maka dia tidak kompetitif larilah (Investor) ke negara lain," sambungnya.

Selain itu, harga batu bara yang rendah tentu akan membantu PLN secara bisnis, sehingga perseroan tidak terbebani secara finansial, mengingat 60 persen pembangkit listrik PLN berbahan bakar batu bara.

"Selain bisa diterima, PLN kan juga harus sehat. Bukan bicara untung, harus sehat. Kenapa? Misalnya Jawa untung, tapi daerah terpencil harus dibangun. PLN tidak pakai uang APBN. Jadi harus mengatur keuangan," ujarnya.

Iwan pun mengakui bahwa tarif listrik dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara lebih murah jika dibandingkan dengan tarif listrik dari pembangkit listrik dengan bahan bakar BBM maupun Gas.

"Rp 650-an per kWh (tarif listrik pembangkit listrik batu bara). BBM, hitung saja kalau satu liter harganya 6.450, satu liter 4 kwh, kira-kira 1600 per kWh, itu baru energinya. Kalau gas, rata-rata USD 8 kalau jadi listrik, USD 7 sen per kWh, itu gasnya saja ya," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP