Hanya sementara saja orang Indonesia irit belanja
Merdeka.com - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak pada harga barang impor yang dijual di pasar dalam negeri. Harga beberapa impor, sudah mulai naik. Salah satunya produk elektronik semisal gadget.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengakui, harga beberapa produk yang 100 persen impor sudah mulai naik. Kondisi ini membuat masyarakat memilih untuk irit belanja. Tapi dia meyakini, kondisi ini hanya sementara saja.
"Shock ada sebentar saja. Untuk beli barang impor masyarakat masih wait and see, menahan dulu," kata Tutum ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (4/12).
Saat ini konsumen di Indonesia menunggu kepastian menguatnya nilai tukar. "Sekarang sifatnya itu cuma kurs. Belanjanya menggunakan kurs menunggu turun dulu," tegasnya.
Walau demikian, Tutum mengakui tidak semua sektor konsumtif terkena dampak melemahnya daya beli masyarakat. Pembelian kebutuhan sehari-hari masih berjalan seperti biasa.
"Kebutuhan pokok berjalan terus seperti biasa saja. Tidak ada kenaikan dan penurunan," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya