Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hanya Sedikit Negara Mampu Keluar Dari Jebakan Kelas Menengah, Bagaimana Indonesia?

Hanya Sedikit Negara Mampu Keluar Dari Jebakan Kelas Menengah, Bagaimana Indonesia? Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui hanya sedikit negara di dunia mampu keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap). Bahkan, menurutnya, negara adidaya seperti Amerika Serikat pun masih terjebak masalah ini dan berlangsung sudah lama.

"Middle income indikatornya pendapatan per kapita mencapai USD 5.000-USD 15.000. Amerika saja USD 10.000-USD 15.000 masih di middle income dan sudah lama," ujarnya di Bali, kemarin.

Menteri Sri Mulyani menjelaskan ada empat kunci yang perlu dilakukan Indonesia untuk keluar dari jebakan kelas menengah. Pertama, kepemilikan sumber daya manusia (SDM) yang produktif.

"Maka kalau presiden fokus SDM tidak hanya anggaran tapi juga programnya," ucapnya.

Kedua, kepemilikan infrastruktur. Infrastruktur dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing bangsa dan produktifitas. "Apalagi untuk Indonesia yang kepulauan, infrastruktur sangat dibutuhkan," tuturnya.

Ketiga, kualitas institusi. Birokrasi, anti korupsi, kompetensi dalam suatu institusi mutlak diperlukan. Tidak hanya institusi pemerintah, namun juga swasta.

"Kalau kita lihat negara yang lewat middle income trap seperti Singapura, Taiwan, Hongkong, Israel, Jepang, Korea Selatan. Maka reformasi birokrasi penting sekali."

Keempat ialah kebijakan. "Negara yang lewat middle adalah selalu negara yang terbuka dan mampu memanfaatkan globalisasi untuk mendorong daya saing. Negara yang makin kompetitif," bebernya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP