Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hadapi Industri 4.0, KSPI Minta Pemerintah Buat Aturan Lindungi Pekerja

Hadapi Industri 4.0, KSPI Minta Pemerintah Buat Aturan Lindungi Pekerja Robot. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat revolusi industri 4.0 diyakini akan banyak menggerus tenaga kerja manusia. Hal itu disebabkan banyaknya lapangan kerja yang diambil alih oleh digitalisasi dan robotisasi.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan pemerintah harus segera membuat regulasi untuk melindungi pekerja dan juga dunia usaha dari serbuan revolusi industri 4.0 tersebut. Menurutnya, ini sangat berkaitan dengan outlook penyediaan lapangan kerja di tahun 2019.

"Revolusi industri 4.0 peralihan dari offline ke online atau dikenal digital economic. Kami memang mendiskusikan ini, tahun 2020 akan terasa dampak. Diperkirakan 300 juta orang akan kehilangan pekerjaan," kata Said saat dijumpai di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

Dia memperkirakan, akan ada 32 juta orang di Indonesia yang kehilangan pekerjaan dampak dari revolusi industri 4.0 tersebut. Menurutnya, digital economic atau segala macam transaksi melalui internet saat ini sudah ada di seluruh dunia. Dampaknya akan sangat terasa mulai tahun 2020 hingga 2025 mendatang.

"Tapi 2019 sudah mulai ada. Faktanya ada penggantian penjaga tol dengan e-toll. Siapa bilang ga ada PHK? 20 ribu orang bekerja di sektor tol terancam kehilangan pekerjaan," ujarnya.

Kemudian robotisasi diprediksi akan menggerus tenaga kerja manusi di sektor padat modal. Misalnya industri otomotif dan alat berat lainnya. Di mana tugas-tugas yang saat ini dilakukan oleh manusia akan mulai diambil alih oleh robot.

Dia menegaskan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Diharapkan pemerintah tidak lagi hanya sibuk mensosialisasikan mengenai revolusi industri 4.0 melainkan harus sudah bergerak menyusun regulasi yang dapat melindungi kelangsungan para pekerja di tanah air.

"Ini ancaman, pemerintah jangan cuma sosialisasi definisi revolusi industri 4.0. Regulasi dan proteksi untuk pekerjanya untuk dunia kerjanya," ujarnya.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan ada gelombang PHK besar-besaran di beberapa sektor industri dampak dari revolusi industri 4.0 tersebut. Dia mencontohkan saat ini salah satu perusahaan supermarket ternama tercatat telah menutup 19 cabangnya di berbagai daerah.

"Sekali lagi nih ya, revolusi industri 4.0 jangan bicara soal digital ekonomi tapi juga future work, robotisasi. Otomotif, elektronik, pertambangan, jadi sekarang gali-gali tambang gak pakai lagi manusia, tapi pakai sistem satelit dan lain-lain, kan internet. Robot yang digerakin. Tekstil, sepatu dan garmen akan kepukul," tutupnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP