Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gunung Sinabung erupsi, harga cabai di Medan naik dua kali lipat

Gunung Sinabung erupsi, harga cabai di Medan naik dua kali lipat Harga cabai di Medan naik. ©2016 Merdeka.com/ Yan Murhadiansyah

Merdeka.com - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, berdampak pada melonjaknya harga cabai di Kota Medan. Harga komoditas itu di pasar tradisional melonjak hampir dua kali lipat dalam lima hari terakhir.

"Erupsi Sinabung sangat berpengaruh terhadap harga cabai, karena banyak tanaman yang rusak diterpa abunya," kata Pedagang Pasar Petisah Medan Nur Cahaya, Selasa (8/8).

Di Pasar Petisah, harga cabai merah melonjak dari Rp 18.000 per Kg menjadi Rp 36.000 per Kg. Cabai hijau yang sebelumnya dihargai Rp 10.000 per Kg saat ini dijual Rp 20.000 per Kg.

Harga cabai rawit juga mengalami lonjakan. Harganya naik dari Rp 10.000 per Kg menjadi Rp 25.000 per Kg.

Kenaikan harga cabai juga terpantau di Pasar Bakti, Medan. Cabai merah yang sebelumnya dijual Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per Kg kini dipatok antara Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per Kg. Begitu pula, cabai hijau yang sebelumnya dihargai Rp 12.000 sampai Rp 13.000 per Kg, kini dilepas pada kisaran Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per Kg. Cabai rawit juga naik dari Rp 10.000 per Kg menjadi Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per Kg.

"Sudah sekitar lima hari belakangan ini harga naik, sekak erupsi Gunung Sinabung itulah," jelas Pedagang cabai, Wijaya.

Dia mengatakan, pasokan cabai dari daerah lain cukup membantu menahan kenaikan harga. "Ada cabai dari kampung yang masuk, seperti dari Langkat. Cabai itulah yang menutupi hilangnya pasokan cabai dari gunung atau dari Karo," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP