Gubernur Jateng: OJK harus bisa jadi rumah rakyat
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menjadi rumah rakyat. Dimana rakyat bisa bertanya tentang keuangan.
"Saran saya, informasi tentang kebijakan dan lembaga keuangan bisa diberikan juga melalui media sosial. Sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas,” katanya saat peresmian kantor OJK Solo di Jalan Veteran, Kamis (14/1).
Tak hanya kantor, OJK juga mengaktivasi Pusat Edukasi, Layanan, Konsumen dan Akses Keuangan (PELAKU). Ini merupakan yang pertama setelah program tersebut diluncurkan di Jakarta pada 22 Desember lalu.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, selain Solo, pihaknya telah meresmikan delapan kantor OJK. Diantaranya, Yogyakarta, Ambon, Kupang, Purwokerto dan Lampung.
"Kantor ini mempunyai posisi yang sangat strategis, karena Solo dan sekitarnya memiliki potensi ekonomi tinggi. Kami menjaga sektor keuangan dan menerbitkan kebijakan yang pro sektor riil."
Kepala Kantor OJK Solo Triyoga Laksito, menambahkan, aset perbankan di wilayahnya mencapai Rp 73,97 triliun hingga November 2015.
Sebanyak 72,48 persen atau Rp 53,6 triliun berada di Kota Solo, Rp 4,30 triliun atau 5,82 persen di Klaten. Kemudian, Rp 3,76 triliun atau 5,09 persen di Sragen, Rp 3,62 triliun atau 4,90 persen di Sukoharjo, Rp 3,33 triliun atau 4,51 persen di Karanganyar.
Lalu, Rp 2,77 triliun atau 3,76 persen di Boyolali dan sisanya sebesar Rp 2,55 triliun atau 3,45 persen di Kabupaten Wonogiri.
"Kantor cabang bank umum konvensional sebanyak 191, 13 kantor cabang bank syariah, 74 kantor BPR dan 8 kantor pusat BPRS dengan jumlah jaringan kantor sebanyak 393 kantor. Serta 196 jaringan kantor lembaga jasa keuangan non perbankan," jelasnya.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya