Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur BI yakin Indonesia jauh dari krisis

Gubernur BI yakin Indonesia jauh dari krisis konpers bank indonesia. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meyakini Indonesia masih jauh dari krisis ekonomi. Walaupun nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) memang tengah melemah, bahkan sudah melebihi Rp 14.000 per USD.

"Antara BI dan pemerintah pusat maupun daerah, sebelum re-shuffle sudah bekerjasama. Yang penting terus (optimis) dari pelaku usaha. Kita jauh dari krisis," tegasnya di Jakarta, Rabu (26/8).

Untuk membangun optimisme di kalangan pelaku ekonomi, dibutuhkan konsistensi pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya mempercepat pencairan APBN 2015 untuk program pembangunan infrastruktur.

"Bangun infrastruktur, supaya bisa memberikan sinyal positif bagi industri. Kalau (belanja modal) dikeluarkan, kan akan memancing (sektor-sektor) yang lain untuk bergerak," terangnya.

Mantan menteri keuangan era SBY ini mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah dengan mengubah pola belanja anggaran, dari konsumtif ke produktif. Langkah ini positif untuk memperbaiki perekonomian yang tengah terdampak penguatan dolar.

"Ada rencana (pengembangan) infrastruktur dan tetap memberikan bantuan sosial dan transfer daerah, itu bagus sekali," ujarnya.

Dia mengingatkan, kondisi fiskal Indonesia dalam 12 tahun terakhir terbilang stabil. Indikatornya, defisit anggaran tidak pernah lebih dari 3 persen. "Bahkan, selalu terjaga tidak lebih dari 2,5 persen,"‎ tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP