Gubernur BI: Redam Inflasi Tak Harus Selalu dengan Naikkan Suku Bunga
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, upaya penurunan laju inflasi tidak selalu harus dilakukan dengan kenaikan suku bunga. Menurutnya, ada kebijakan lain yang dapat dilakukan untuk menurunkan inflasi.
"Kita tidak mengandalkan aspek hanya pada satu basis kebijakan moneter, dan banyak bank sentral di negara maju yang hanya mengandalkan kebijakan moneter terutama melalui suku bunga," kata Perry dalam Gala Seminar ASEAN 2023: Enhancing Policy Calibration for Macro Financial Resilience, di Bali, Rabu (29/3).
"Tidak, kami tidak bisa melakukan itu. Di Indonesia, kita memiliki apa yang kita sebut sebagai kebijakan bank sentral, yang membuat konsensus kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran," jelasnya.
Menurutnya, hal ini sangat penting bagi Indonesia, di mana kebijakan moneternya diarahkan pada bagaimana mengatasi stabilitas dalam mengatasi krisis keuangan global, dan juga tentang pertumbuhan ekonomi, kita memiliki penguat makro digital yang akomodatif sebagai sistem pembayaran, dan kebijakan lainnya.
Sebagai informasi, BI sebelumnya mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 persen.
"Kita juga perlu menstabilkan nilai tukar, karena Indonesia sedang dihadapkan pada kondisi keuangan global yang bergejolak. kita perlu menstabilkan nilai tukar untuk memastikan bahwa inflasi terkendali, stabilitas keuangan moneter kita tetap terkendali," bebernya.
Selain itu, BI juga memastikan bahwa eksportir digunakan untuk memperdalam pasar keuangan. "Jadi, kami sudah menahan diri untuk menggunakan manajemen aliran modal, tetapi kami memperkenalkan lebih banyak instrumen dan mekanisme pasar untuk memastikan deposan eksportir memiliki mekanisme pasar berdasarkan tingkat bunga yang dihargai pada aspek tersebut," tambahnya.
Reporter: Natasha Khairunnisa Amani
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya