Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Grab Gandeng Microsoft Tingkatkan Penguasaan Teknologi Pengemudi

Grab Gandeng Microsoft Tingkatkan Penguasaan Teknologi Pengemudi Microsoft. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Grab melakukan kerja sama dengan Microsoft untuk menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk peningkatan keterampilan dan literasi digital kepada mitra pengemudi.

CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan mengatakan, pihaknya dan Microsoft akan membekali para pekerja dengan kemampuan teknologi yang dibutuhkan agar dapat berkembang dalam ekonomi digital. Mengingat, 6,6 juta pekerja di enam negara besar Asia Tenggara akan membutuhkan wawasan baru di 2028 mendatang.

"Sekitar 41 persen dari mereka memiliki keterbatasan keterampilan Teknologi Informasi yang dibutuhkan dalam profesi baru," kata dia di Jakarta, Selasa (24/9).

Dia menjelaskan, kerjasama ini menjembatani kesenjangan keterampilan digital dengan menggabungkan kemampuan, kapasitas dan sumber daya manusia yang dimiliki Grab. Dengan begitu diharapkan mampu menciptakan kesempatan pertumbuhan ekonomi melalui teknologi.

Menurutnya, Asia Tenggara siap menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, perlu untuk memberikan kesempatan yang sama untuk ikut merasakan kemajuan ekonomi digital.

"Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Asia Tenggara," imbuhnya.

Dia menambahkan Grab dan Microsoft juga akan menggandeng kerja sama dengan universitas-universitas terpilih di Asia Tenggara. Ini bertujuan agar mahasiswa tersebut mendapatkan bekal keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja nyata.

"Kami juga melatih pekerja masa depan untuk digital, kita sudah kerja sama dengan berbagai universitas untuk memberikan mahasiswanya yang punya skill teknik yang dibutuhkan oleh industri sekarang ini," tegasnya.

Sementara itu, President Microsoft in Asia Pacific, Andrea Della Mattea mengatakan, salah satu tantangan di berbagai negara Asia Pasifik adalah mengenai demokratisasi pendidikan. Untuk itu, pihaknya membuka ruang agar pendidikan bisa diakses oleh setiap orang terutama dalam hal literasi digital dan teknologi.

"Bersama Grab kami membangun tenaga kerja terampil yang akan mengubah keluarga, komunitas, dan negara untuk menciptakan masa depan," pungkasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP