GO-JEK tetap beroperasi meski ada Aksi bela Islam jilid III
Merdeka.com - Meski Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, bukan berarti persoalan selesai. Aksi bela Islam jilid III akan kembali digelar pada 2 Desember mendatang, Menuntut Ahok segera dipenjarakan.
Mengenai hal tersebut CEO GO-JEK, Nadiem Makarim menjelaskan operasional GO-JEK tidak akan terganggu dan akan selalu beroperasi seperti biasanya.
"Kita akan selalu beroperasi," jelas Nadiem, di Jakarta, Minggu ( 20/11).
Dia menegaskan dalam kondisi apa pun GO-JEK siap melayani pelanggan selama 24 jam tanpa libur. "Hari apa sih GO-JEK tidak beroperasi 24 jam setiap hari beroperasi kapan kita tidak tidak beroperasi," imbuhnya.
Sebagai informasi Sejumlah ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) berencana kembali turun ke jalan pada 2 Desember mendatang. Demo ini lanjutan dari 4 November lalu.
"Karena Ahok tidak segera ditahan, maka Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI akan gelar aksi damai pada 2 Desember 2016. Aksi damai doa untuk negeri," kata Jubir Front Pembela Islam (FPI), Munarman di Jakarta, Jumat (18/11).
Lokasi demo tak lagi di kawasan Jl Medan Merdeka. Mereka akan berdemo di sepanjang jalan protokol Sudirman hingga Thamrin, Jakarta Pusat. "Tagline bersatu dan berdoa untuk negeri," jelasnya.
Dikatakan dia, dalam demo itu akan dilakukan Salat Jumat bersama di sekitaran bundaran Hotel Indonesia. "Kemudian Istigasah bersama. Sepanjang jalan protokol Sudirman hingga Thamrin," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya