Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gita pasrah bunga kredit bank nasional terlalu tinggi

Gita pasrah bunga kredit bank nasional terlalu tinggi Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk mendorong pertumbuhan wirausahawan di Tanah Air, perbankan harus menunjukkan keberpihakannya pada pelaku usaha. Salah satunya dengan menurunkan sisi suku bunga pinjaman yang biasanya menjadi modal awal usaha.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai suku bunga pinjaman di perbankan nasional relatif lebih tinggi ketimbang perbankan asing. Gita bahkan menyebut contoh langsung Bank Mandiri.

Menurutnya, suku bunga pinjaman Bank Mandiri sebesar 13 persen terlalu tinggi jika bandingkan dengan perbankan di luar negeri dengan tawaran bunga pinjaman lebih rendah.

"Bunganya dari Bank Mandiri, kalau 13 persen itu masih mahal," kata Gita di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut Gita, perbankan di Thailand mampu menekan suku bunga pinjaman hingga mencapai 2 persen. Dengan suku bunga pinjaman yang hanya 2 persen, lanjut Gita, perekonomian bisa terdorong.

"Bank di (Thailand) mau memberikan 2 persen. Jadi dari titik awal saja kita sudah tertinggal karena 13 persen," kata Gita.

Namun, Gita memaklumi suku bunga pinjaman perbankan Tanah Air masih tinggi. Hal ini erat kaitannya dengan stabilitas perekonomian Indonesia. Jika situasi politik dan sosial tidak menentu, besaran bunga kredit malah bisa lebih meningkat.

"Kenapa bunga itu tinggi, kalau stabilitas makro ekonomi dan politik itu terjaga, maka akan ada kepercayaan. Jadi semakin banyak demo atau kita gontok-gontokan, semakin kita bersikeras sana sini, itu pasti nanti kalau mau minjam suku bunganya tinggi. Jadi untuk bersama (menurunkan suku bunga kredit) kita harus saling menjaga," tutupnya. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP