Giliran pengusaha nasional keluhkan rugi akibat harga cabai mahal
Merdeka.com - Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Indonesia, Adi Lukman, mengatakan kenaikan harga cabai di beberapa daerah Indonesia merugikan pengusaha nasional. Sebab, pengusaha tidak bisa begitu saja menaikkan harga jualannya.
"Tahun ini menang tidak kekurangan (pasokan) tapi memang harganya lagi-lagi menggerus produktivitas dari kita. Karena kita tidak bisa naikkan harga sekejab, itu tidak bisa," kata Adi saat di temui di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (9/1).
Saat ini, lanjutnya, harga cabai sudah sampai Rp 150.000 per kilogram (Kg). Harga ini lebih tinggi dibandingkan pada 2016.
"Tahun lalu kan tidak luar biasa. 2015 pernah tinggi juga Rp 100 ribuan. Tahun ini (2017) Rp 150.000-an," jelasnya.
Dirinya mengusulkan kepada pemerintah untuk menekan harga cabai dengan mengembangkan teknologi penyimpanan. Sebab, cabai merupakan komoditas pangan tak berumur panjang.
"Artinya apa teknologi penyimpanan dengan teknologi pendingin diciptakan supaya kita ada cadangan. Saat melimpah disimpan dengan teknologi 3 sampai 6 bulan itu misalnya," ujarnya.
"Terus tentunya masyarakat konsumen harus mau merubah kebiasaan di beberapa negara sudah mulai cabe kering cabe pasta saya kira itu harus disegerakan," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya