Gerakan Pakai Masker Sasar 277 Pasar Tradisional di Jabodetabek
Merdeka.com - Gerakan Pakai Masker (GPM) melakukan kegiatan Penyuluhan untuk Penyuluh (PuP) kepada para pedagang pasar di 277 pasar kawasan Jabodetabek. Ini merupakan kegiatan awal sebelum nantinya diperluas ke 9.200 pasar tradisional di seluruh Indonesia.
PuP sendiri dilakukan secara daring, selain masih dalam masa transisi PSBB, juga agar bisa menjangkau partisipan lebih banyak.
Ketua Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono menjelaskan, dipilihnya pasar tradisional sebagai tempat penyuluhan karena intensitas keramaiannya yang tinggi. Selain itu, baru-baru ini juga banyak ditemukan kasus baru Covid-19 di area pasar.
"Kita sengaja mulai dengan pasar tradisional karena kita tahu bahwa pasar tradisional ini adalah urat nadi dari perekonomian kita, apalagi dalam beberapa minggu terakhir ini banyak kasus-kasus baru yang menyebabkan pasar harus ditutup., sehingga gerakan kita mulai di pasar tradisional," ujar Sigit dalam Penyuluhan Pakai Masker secara daring, Rabu (24/6).
Gerakan Pakai Masker (GPM) melakukan kegiatan Penyuluhan untuk Penyuluh (PuP) kepada para pedagang pasar di 277 pasar kawasan Jabodetabek. Ini merupakan kegiatan awal sebelum nantinya diperluas ke 9.200 pasar tradisional di seluruh Indonesia.
PuP sendiri dilakukan secara daring, selain masih dalam masa transisi PSBB, juga agar bisa menjangkau partisipan lebih banyak.
Ketua Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono menjelaskan, dipilihnya pasar tradisional sebagai tempat penyuluhan karena intensitas keramaiannya yang tinggi. Selain itu, baru-baru ini juga banyak ditemukan kasus baru Covid-19 di area pasar.
"Kita sengaja mulai dengan pasar tradisional karena kita tahu bahwa pasar tradisional ini adalah urat nadi dari perekonomian kita, apalagi dalam beberapa minggu terakhir ini banyak kasus-kasus baru yang menyebabkan pasar harus ditutup., sehingga gerakan kita mulai di pasar tradisional," ujar Sigit dalam Penyuluhan Pakai Masker secara daring, Rabu (24/6).
Pasar Ditutup
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBeberapa pasar yang sempat ditutup sementara akibat kasus Covid-19 di antaranya, Pasar Lontar, Gondangdia, Petojo Enclek, Serdang, Rawasari, Tomang Barat, Slipi, Cijantung Ciracas, Palmeriam, Perumnas Klender, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Pondok Labu, Warung Buncit, Pasar Minggu, Lenteng Agung, Kelapa Gading, dan Kramat Jati.
"Kita fokus kepada gerakan pakai masker karena kami meyakini kalau kita disiplin pakai masker saja, kita akan bisa menyelamatkan negeri ini, ekonomi kita juga akan selamat, yang penting adalah disiplin pakai masker," ujar Sigit.
Reporter: Pipit Ika
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya