Genjot produksi Ethylene, Chandra Asri revamp pabrik naphtha cracker
Merdeka.com - Perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) secara resmi menunjuk CB&I, berkedudukan di Amerika Serikat, sehubungan perjanjian pasokan material untuk kebutuhan revamp furnace pabrik Naphtha Cracker CAP.
Sebelumnya, kedua pihak telah menandatangani perjanjian basic and detailed engineering services pada awal tahun ini. Revamp furnace ini diharapkan akan rampung pada kuartal pertama 2020.
Proyek revamp furnace ini akan dimulai pembangunannya pada kuartal ketiga 2018 dan akan meningkatkan kapasitas produksi Ethylene CAP dari 860 KTA (kiloton per annum) menjadi 900 KTA, Propylene dari 470 KTA menjadi 490 KTA, Py-Gas dari 400 KTA menjadi 420 KTA, dan Mixed C4 dari 315 KTA menjadi 330 KTA.
"Kapasitas produksi tambahan ini akan memungkinkan CAP untuk lebih melayani permintaan produk-produk petrokimia di Indonesia," ujar Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Suryandi di Jakarta, Selasa (4/7).
Informasi saja, CAP adalah anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk sebagai pemegang saham mayoritas, merupakan perusahaan petrokimia Indonesia terbesar yang terintegrasi yang memproduksi olefins dan polyolefins.
CAP menggabungkan teknologi terkini dan fasilitas penunjang di Cilegon dan Serang, Provinsi Banten. Perseroan merupakan satu-satunya produsen yang mengoperasikan naphtha cracker, dan juga produsen domestik tunggal ethylene, styrene monomer dan butadiene.
Selain itu, perseroan merupakan produsen propylene dan polypropylene terbesar di Indonesia. CAP menghasilkan bahan baku plastik dan kimia yang digunakan untuk produk kemasan, pipa, otomotif, elektronik.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya