Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Genjot penyaluran kredit, BI turunkan GWM perbankan jadi 7,5 persen

Genjot penyaluran kredit, BI turunkan GWM perbankan jadi 7,5 persen Agus Martowardojo. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GMW) Primer dalam Rupiah. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), GWM perbankan diturunkan dari sebelumnya 8,0 persen menjadi 7,5 persen dan berlaku efektif mulai 1 desember 2015.

GWM Primer adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh bank yang besarnya ditetapkan oleh BI.

"Dengan masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, terutama karena kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (Fed Fund Rate) dan keberagaman kebijakan moneter yang ditempuh oleh Bank Sentral Eropa, Jepang, dan China, maka Bank Indonesia akan tetap berhati-hati dalam menempuh langkah pelonggaran kebijakan moneter," ujar Gubernur Indonesia, Agus Martowardojo di kantornya, Selasa (16/11).

Pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan GWM Primer diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan perbankan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang mulai meningkat semenjak triwulan III 2015. Bank sentral menilai, stabilitas makroekonomi saat ini semakin baik sehingga terdapat ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.

Di sisi lain, Bank Indonesia meyakini inflasi 2015 akan terjaga di batas bawah kisaran sasaran 4 plus minus 1 persen disertai dengan defisit transaksi berjalan yang diperkirakan berada pada kisaran 2 persen dari PDB pada 2015.

"Dalam kaitan ini, pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan GWM Primer diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan perbankan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang mulai meningkat semenjak triwulan III 2015.," jelas dia

Ke depan, Agus berjanji akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah untuk memperkuat struktur perekonomian, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan yang tetap terjaga.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, terjaganya stabilitas keuangan Indonesia membuat terjadinya pelonggaran moneter dalam bentuk penurunan GWM primer. Hal ini disebut dapat menambah likuiditas perbankan.

"Ini bisa tambah likuiditas perbankan sehingga kapasitas kredit dapat naik jadi Rp18 triliun. Dengan pelonggaran itu bank bisa naikkan kapasitas. Melalui penurunan GWM sekaligus memperkuat kebijakan Loan to Value (LTV) yang sudah dilakukan," jelas Perry. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP