Genjot ekspor Eropa dan Timteng, Turki jadi batu loncatan
Merdeka.com - Pemerintah ingin menjadikan Turki sebagai batu loncatan untuk menggenjot ekspor ke Timur Tengah dan Eropa.
"Kami masih bicarakan kapan kerja sama bilateral dengan Turki bisa berjalan. Karena dengan begitu, peningkatan ekspor ke Timur Tengah bisa tercapai," Kata Direktur Perdagangan Investasi dan Kerjasama Ekonomi International Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Jakarta, Jumat (4/3).
Dia melanjutkan, pemerintah juga membidik Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya untuk menggenjot ekspor nonmigas.
"Afrika juga menjadi alternatif, tapi masih belum ada bank Indonesia yang terhubung kesana untuk memfasilitasi soal pembayaran dan perdagangan," ujarnya.
"Padahal, kebutuhan mereka tekstil, seperti sepatu dan pakaian. Kalau ke China ekspor batu bara, Amerika manufaktur dan CPO ke India."
Terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak menilai penguatan rupiah bakal meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia. Saat ini, rupiah menguat di level Rp 13.150 per USD.
"Saya kira dengan menguatnya rupiah menguntungkan untuk beberapa komoditi ekspor, misalnya saja adalah process food di mana kebergantungan konten impornya cukup tinggi ini akan memberikan peningkatan daya saing," katanya.
"Dengan menguatnya rupiah, sudah tentu akan lebih murah lagi harga dari makanan olahan ekspor."
Menurut Nus, pihaknya menargetkan penurunan ekspor di bawah lima persen.
"Arahan bapak menteri adalah bahwa ekspor tahun ini kontraksinya 1 persen-5 persen dari tahun lalu. Jadi ini yang cukup visible."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya