Genjot daya saing industri, Indef dorong penurunan harga BBM
Merdeka.com - Ekonom mendorong pemerintah menyediakan energi murah. Dengan begitu industri nasional bisa meningkatkan daya saing.
"Kalau harga energi nggak murah, kita gak bisa diandalkan komoditas," kata Direktur Eksekutif Institute of Development for Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam "Diskusi Kita" dihelat merdeka.com, RRI, IJTI, IKN, DML dan Sewatama, Jakarta, Minggu (24/1).
Atas dasar itu, Enny mendorong pemerintah untuk kembali menurunkan harga bahan bakar minyak tanpa harus menunggu evaluasi per tiga bulan. Ini menyusul kemerosotan harga minyak dunia yang kini menyentuh USD 30 per barel.
"Yang kami butuhkan pemerintah jangan lagi menggunakan asumsi business as usual," katanya.
"Ketika kita mengambil suatu solusi dari masalah atau kebijakan ini kan harus disertakan apa kondisi melatarbelakangi."
Menurutnya, saat ini, dunia sedang mengalami perubahan paradigma. Dimana, minyak perlahan tak lagi menjadi komoditas terpenting.
"Tadinya harga minyak dan komoditas itu tinggi, justru sekarang semuanya anjlok.Yang namanya shale gas dan oil membuat peta kondisi demand dan supply berubah total. Amerika yg dulunya net importir justru sekarang menjadi net eksportir," katanya.
"Kalau kami lihat, dewan energi AS menyatakan cadangan energi mereka aman hingga seratus tahun kedepan, baik gas maupun oil." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya