Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Generasi muda di puncak BUMN pilihan Dahlan

Generasi muda di puncak BUMN pilihan Dahlan BUMN Bersyukur. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Akhir Oktober tahun lalu, tak lebih dari dua pekan Menteri BUMN Dahlan Iskan dilantik menjadi pengelola perusahaan pelat merah, Dahlan untuk pertama kalinya mengangkat pejabat BUMN untuk pertama kalinya. Tak lain adalah penggantinya untuk menduduki kursi Direktur Utama PLN.

Waktu itu, Dahlan memilih Direktur Energi Primer, Nur Pamudji dengan alasan Nur masih muda. "Dia yang termuda di antara direksi yang ada," kata Dahlan waktu itu. Dengan begitu, Nur menjadi sejarah Dirut PLN termuda dengan umur 50 tahun pada saat dilantik.

Rupanya tak berhenti begitu saja, Dahlan terus memilih calon-calon direksi atau direktur utama yang masih hijau.

Terakhir adalah Elvyn G. Masassya yang dipilih untuk menggantikan Hotbonar Sinaga di kursi Direktur Utama Jamsostek. Hotbonar diganti lantaran usianya sudah memasuki usia pensiun.

"(Masa jabatan) sudah selesai dan banyak (diganti) yang muda-muda," ujar Dahlan saat pelantikan pada Rabu (8/8). Selain itu, Dahlan juga mengungkapkan, pria berumur 45 tahun itu cakap dalam pengelolaan investasi dan diharapkan bisa sukses mengelola Jamsostek dalam gabungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tahun 2014 nanti.

Telah berderet beberapa Dirut BUMN yang diangkat pada usia muda. Misalnya saja Dirut Telkom, Arief Yahya yang saat ini berumur 50 tahun, Dirut Sarinah Mira Amahorseya yang masih 49 tahun dan Dirut RNI, Ismed Hasan yang juga berumur 49 tahun.

Upaya Dahlan untuk membentuk dream team ini memang sudah menjadi misi utamanya sejak dilantik Oktober tahun lalu. Bahkan, secara gamblang Dahlan mengungkapkan pertimbangan-pertimbangannya dalam tulisan tiap awal pekan, Manufacturing Hope.

Pada tulisannya pada bulan Maret lalu, Dahlan bercerita mengenai calon tim impian untuk direksi perkebunan. "Nama-nama yang muncul dibahas mengenai tepat atau tidaknya. Integritasnya, antusiasmenya, kapabilitasnya," ujar Dahlan.

Salah satu staf di Kementerian BUMN mengungkapkan, pilihan pemimpin muda oleh bos Jawa Pos ini memang sudah menjadi kebiasaan Dahlan. "Trennya pak Dahlan memang begitu. Asumsinya yang muda yang lebih bisa berkarya," kata dia.

Lalu, mampukah generasi muda pilihan Dahlan membawa BUMN kembali melaju ke kancah internasional? (mdk/rin)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP