Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejolak ekonomi buat Fajar Surya Wisesa tunda right issue

Gejolak ekonomi buat Fajar Surya Wisesa tunda right issue pabrik kertas. shutterstock

Merdeka.com - Kondisi perekonomian yang masih belum pasti, membuat PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) menunda rencana menerbitkan saham baru atau rights issue.

Manager Keuangan FASW, Marco Hardy, menjelaskan penundaan ini dikarenakan pasar saham beberapa waktu ini dinilai masih fluktuatif. Hal ini berbeda dengan kondisi pada bulan Mei lalu saat perseroan melaksanakan roadshow dalam upaya mewujudkan rencana right issue.

"Roadshow pada Mei lalu itu kondisi Indonesia sedang berjalan dengan baik, namun akhirnya pasar modal crash," ujar Marco di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (10/12).

Untuk melakukan rights issue, lanjut Marco, perseroan akan menunggu kondisi bursa saham kembali stabil. "Pelaksanaan dilakukan kalau market ideal, seperti saat Mei lalu," ujar Marco.

Sebelumnya, pada Mei 2013, FASW berencana menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan menawarkan 412,98 juta saham baru setara 14,29 persen dari jumlah saham beredar.

FASW menetapkan harga pelaksanaan rights issue di Rp 1.650 hingga Rp 3.000 per saham. Dengan demikian, perseroan berharap dapat meraih dana segar Rp 681,41 miliar hingga Rp 1,23 triliun.

Nantinya, dana hasil rights issue ini sebesar 50 persen akan digunakan membeli aset tetap dan tanah untuk ekspansi usaha, sekitar 35 persen untuk membayar pinjaman dan 13 persen untuk keperluan umum lainnya. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP