Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gas 12 kg mahal, Pertamina khawatir warga Aceh pilih pakai 3 kg

Gas 12 kg mahal, Pertamina khawatir warga Aceh pilih pakai 3 kg gas 3kg. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kenaikan harga elpiji non-subsidi ukuran 12 kg yang mulai diterapkan 1 Januari 2014, berpotensi memicu masalah baru. Ada kekhawatiran, tingginya harga gas elpiji 12 kg membuat masyarakat lebih memilih menggunakan gas subsidi 3 kg.

Kepala Cabang PT Pertamina area Banda Aceh, Aribawa menuturkan, pihaknya akan memantau dampak kenaikan harga gas elpiji 12 kg di wilayahnya. Sehingga tidak berdampak negatif yang mengakibatkan kerugian masyarakat.

"Belum ada dampak yang terlalu serius terhadap perekonomian masyarakat di Aceh. Sampai saat ini distribusi dan ketersediaan elpiji masih stabil," kata Aribawa, Jumat (3/1).

Pihaknya mengaku khawatir dengan kebijakan ini. Dia khawatir masyarakat bakal berbondong-bondong beralih menggunakan gas 3 kg. "Inilah yang kita khawatirkan," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina akan melakukan pengawasan terhadap penjual atau agen elpiji yang ada dalam wilayah kerjanya. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga perlu digalakkan.

"Untuk stok elpiji di Aceh tetap terjaga, aman untuk seluruh Aceh," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP