Garuda klaim usia pesawatnya tak lebih dari 6 tahun
Merdeka.com - Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan, rata-rata usia armadanya di bawah enam tahun. Ini sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan atau sustainable development.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengatakan, sebagai bagian dari Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Garuda harus bertanggung jawab dengan partisipasi aktif bisnis guna menekan emisi gas buang. Ini sebagai bagian dari upaya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Salah satunya ya kita menggunakan pesawat di bawah enam tahun itu target kita, tidak pakai pesawat lama karena kita perusahaan airlines mengacu kepada peraturan airlines-airlines," ujarnya saat acara "End of Year Press Conference Business and Sustainable Development" di Gedung BNI 46, Jakarta, Senin (16/12).
Emirsyah mengklaim telah melakukan pelbagai upaya untuk tetap memajukan bisnis namun ikut memperhatikan lingkungan. Salah satunya penggunaan biofuel.
"Pertama mengenai fuel consumption. Dengan menghemat fuel ini akan menekan emisi gas buang, yang kedua kita mengadakan peremajaan armada, dengan armada yang muda dan teknologi baru akan menekan karbon emisi juga," ungkap dia.
"Garuda adalah perusahaan yang ditunjuk IATA untuk mengenai carbon offset guna mengurangi CO2 di negara berkembang," jelasnya.
Dia menambahkan, penggunaan biofuel juga dilakukan sebagai bagian dari penghematan energi fosil. Garuda pun telah mempunyai program menanam pohon, satu penumpang tiga pohon.
"Penanaman pohon kita lakukan di Kapuk, hingga Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sukabumi. Kemudian kita juga lakukan konservasi satwa jalak balik di Bali. Serta program Bali Beach Clean Up. Kita telah menginvestasikan beach di Bali ini menjadi bersih. Kita investasi alat pengeruk pantai. Sudah ada 14.000 ton sampah dalam empat tahun ini dan kami akan lakukan recycle," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya