Garuda Indonesia siap bantu Indonesia gabung dewan ICAO
Merdeka.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencalonkan diri menjadi Anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) periode 2016-2019. Pemilihan kandidat Dewan ICAO akan diselenggarakan pada Pertemuan ke-39, Oktober 2016.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo, mengimbau seluruh pemangku kepentingan bisa membangun reputasi yang baik di mata dunia, termasuk di sektor penerbangan. Menurutnya, negara-negara anggota dewan ICAO, reputasinya harus tinggi di bandingkan dengan negara lainnya.
"Ini masalah bagaimana kita membangun reputasi. Dari bisnis menunjukkan industri di Indonesia memiliki kualitas tinggi di bidang keamanan. Pasti kalau negara semakin baik, akan membuat bisnis semakin lancar," kata Arif di Jakarta, Minggu (3/1).
Arif menambahkan, pihaknya akan turut membantu pemerintah membangun reputasi Indonesia, yaitu melalui peningkatan standar keamanan dalam maskapai. "ICAO ini juga kami akan meningkatkan keamanan sesuai standar," imbuhnya.
Dengan adanya peningkatan keamanan tersebut, turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia merasa aman untuk menggunakan maskapai Indonesia. "Tujuan Indonesia di mata dunia itu menjadi atraktif tapi juga aman untuk mereka," pungkasnya.
Seperti diketahui, ICAO merupakan badan di bawah naungan PBB yang fokus utama kegiatannya adalah bidang penerbangan sipil dengan 191 negara-negara anggota.
Dari seluruh negara anggota ICAO tersebut, hanya 36 negara yang diperbolehkan ikut serta dalam pertemuan komisi-komisi teknis untuk membahas regulasi baru yang akan dikeluarkan oleh ICAO.
Pemilihan keanggotaan negara-negara tersebut dilakukan melalui mekanisme pemilihan pada Sidang Umum secara 'secret ballot' setiap tiga tahun sekali.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya