Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Garuda Indonesia siap angkut 5 kloter jemaah haji dari Bandara Kertajati

Garuda Indonesia siap angkut 5 kloter jemaah haji dari Bandara Kertajati Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Operasional Garuda Indonesia, Triyanto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerbangkan jemaah haji dari Bandara Kertajati, Jawa Barat. Hal ini menandai kesiapan bandara tersebut yang sudah dapat beroperasi pada tanggal 24 Mei nanti.

"Kita sangat tergantung dari Kemenag (Kementerian Agama) ya tapi kita jadwalnya sudah siap untuk angkut," ungkapnya ketika ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (22/5).

"Kalau tidak salah 5 kloter. Itu kan untuk Majalengka dan Sumedang. Berangkat pulang," imbuhnya.

Untuk menandai beroperasinya Bandara Kertajati, pihak Garuda Indonesia sudah menyiapkan dua penerbangan dari Jakarta dan Bandung untuk melakukan historical landing di Kertajati. "Dari Jakarta satu dan Bandung. Dua-duanya tanggal 24 Mei," ujar dia.

Dia menjelaskan para jemaah haji nantinya tidak akan melakukan penerbangan langsung dari Kertajati menuju Arab Saudi, melainkan bakal singgah dulu di Bandara Soekarno-Hatta atau yang dikenal dengan sebutan penerbangan antara.

Nantinya jemaah haji yang berangkat dari Kertajati akan diangkut menggunakan pesawat Garuda jenis 330 dulu ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Hal ini disebabkan karena panjang runway bandara Kertajati yakni 2.500 m belum memungkinkan untuk didarati oleh pesawat jenis Boeing 777 atau pesawat yang akan menerbangkan jemaah haji ke Arab Saudi. Berdasarkan peraturan keselamatan, Boeing 777 boleh mendarat di runway dengan panjang 3.000 m.

Oleh karena itu, dia mengharapkan proses pengerjaan tambahan runway dapat dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga pada saat umroh nanti, Bandara Kertajati sudah dapat menampung pesawat yang lebih besar dan siap melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi.

"Umroh juga harus (pesawat) yang besar. Umroh kan sesudah haji. Bulan November. Jadi diharapkan sekarang dibangun landasannya pada saat Oktober sudah jadi dan bisa go (layani penerbangan langsung)," papar Triyanto.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui bahwa panjang runway bandara Kertajati memang belum memungkinkan didarati pesawat besar. Karena itu penerbangan antara memang harus dilakukan.

"Kerja sama dengan AP II, bulan Juli akan ditambah menjadi 3.000. Jadi tahun depan sudah bisa (Boeing) 777 mendarat di sana. Paling 6 bulan selesai," tandas Menteri Budi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP