Garuda Indonesia belum bisa terbang dari Bandara Halim
Merdeka.com - Sudah satu bulan Bandara Halim Perdanakusuma menjalankan aktivitas untuk penerbangan komersial. Sejauh ini, baru maskapai penerbangan Citilink yang terbang dari Bandara Halim.
Beberapa maskapai penerbangan bakal mengekor Citilink terbang dari Halim. Salah satunya maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan pelat merah ini mengajukan slot 10 penerbangan setiap hari dari Bandara Halim. Kabarnya, Garuda mengajukan tambahan 5 penerbangan lagi. Rencananya, Garuda bisa mulai terbang dari Halim pada bulan ini atau Februari 2014.
Namun, rencana ini bakal molor mengingat hingga saat ini belum ada persetujuan dari otoritas penerbangan.
Kementerian Perhubungan meminta Garuda Indonesia bersabar. "Usulannya begitu. Tunggu saja bentar," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti di Jakarta, Kamis (13/2).
Dia mengatakan, pihaknya harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak TNI Angkatan Udara. Pihaknya berjanji segera menuntaskan permohonan Garuda. "Tunggu sebentar. Berjalan sama TNI AU. Saya dengar rencana Garuda seperti itu, nanti kita matengkan," jelasnya.
Sesungguhnya, slot penerbangan dari Bandara Halim masih sangat besar. Disepakati, Bandara Halim akan melayani 126 penerbangan komersial setiap hari. Saat ini baru 16 penerbangan yang dijalani oleh maskapai penerbangan Merpati.
"Total banyak. Yang untuk komersil sepakat 126, baru 16 yang isi (Citilink)," ujar
Sebelumnya, Garuda Indonesia mempunyai 520 penerbangan ke pelbagai kota di dalam negeri maupun luar negeri setiap harinya. Sebagian besar penerbangan di Bandara Cengkareng. Untuk jadwal pagi mulai pukul 05.00-10.00 WIB, ada empat puluh penerbangan.
"Jadi kita sudah mengajukan 10 slot penerbangan di Halim untuk mengurangi kepadatan di Cengkareng. Tapi sampai sekarang belum ada persetujuan dari Kementerian," ujar Vice President for Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto kepada merdeka.com, Rabu (8/1).
Untuk rute penerbangan dari Bandara Halim akan dipilih yang selama ini memiliki frekuensi terbanyak di bandara Soekarno-Hatta.
"Ini misal ya Surabaya-Jakarta atau Jakarta-Surabaya yang dalam sehari ada delapan belas kali penerbangan. Tapi kita belum tentukan karena hingga saat ini slot penerbangan yang kita ajukan belum mendapat persetujuan," ungkapnya.
Jika slot penerbangan sudah disetujui, Garuda segera mempersiapkan sarana prasarana pendukung pelayanan full service Garuda Indonesia. Hal itu menjadi prioritas mengingat terbatasnya infrastruktur dan fasilitas di Bandara Halim Perdanakusuma.
"Tentu saja persiapan-persiapan itu maksimal 30 hari setelah slot penerbangan disetujui. Kita ingin standar kenyamanan penumpang sama dengan di Cengkareng," jelasnya.
Sarana prasarana yang perlu dibangun Garuda Indonesia antara lain executive lounge, parkir yang baik, hingga check in counter.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya