Garuda Indonesia bakal kelola Bandara Pondok Cabe milik Pertamina
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menandatangani Head of Agreement (HoA) atau perjanjian kerjasama untuk memanfaatkan aset bersama kedua perusahaan sebagai bagian dari sinergi BUMN dan strategi kemitraan global.
Kemitraan global dan sinergi ini melingkupi beberapa hal, antara lain pemanfaatan bersama aset-aset aviasi kedua perusahaan, termasuk Bandar Udara Pondok Cabe milik anak perusahaan Pertamina, Pelita Air Service, penjualan produk Avtur dan BBM jenis lainnya, Biofuel, pelumas, penyediaan jasa pendukung layanan aviasi kedua perusahaan, serta pemanfaatan promosi dan jaringan pelanggan bersama.
"Ada inisiasi kerja sama dengan PT Garuda dapat perkuat posisi Pertamina. Potensi-potensi bisnis yang dapat diperjanjikan oleh kedua belah pihak tentang fasilitas maintenance di mana di samping beberapa fasilitas dari Pelita Air, bisa dimanfaatkan oleh refinery (kilang) yang bisa manfaatkan maintenance yang dipunya Garuda, Bandara Pondok Cabe," kata Direktur PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/11).
Untuk pemanfaatan Bandara Pondok Cabe oleh Pertamina, kata dia, bisa digunakan oleh Garuda Indonesia tahun depan. Saat ini bandara yang memiliki luas 110 hektar dengan panjang landasan pacu (runway) 2.200 meter ini sedang dalam tahap pengaspalan ulang. Optimalisasi Bandara Pondok Cabe ditaksir bisa menghasilkan tambahan pendapatan hingga Rp 50 miliar per tahun.
"Kapasitas parkir bisa tampung 20 pesawat dan sediakan slot 30 pesawat per hari. Optimalisasi ini diharapkan bisa berikan tambahan revenue Rp 40-50 miliar per tahun," ujar Dwi.
Selain kerjasama pemanfaatan Bandara Pondok Cabe untuk operasional penerbangan PT Garuda Indonesia, kerjasama kedua BUMN ini juga meliputi pasokan avtur, BBM dan Biofuel oleh Pertamina untuk digunakan oleh pesawat-pesawat Garuda Indonesia dengan harga yang kompetitif.
"Serta jasa. Sekarang rasanya sudah, kita naik pesawat pakai Garuda. Masing-masing pihak berikan harga kompetitif. Pemanfaatan aset-aset lain dan jaringan pelanggan bagi pemanfaatan kedua belah pihak," pungkas Dwi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya