Garap kereta cepat, Wika target pinjaman China cair tahun ini
Merdeka.com - PT Wijaya Karya (Wika) menargetkan pencairan utang dari China Development Bank (CDB) senilai USD 5,075 miliar tahun ini. Utang tersebut bakal digunakan untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Untuk finalisasinya besok kami bahas di Beijing. Tahun ini harus dicairkan," ucap Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5).
Menurut Bintang, pencairan dana bisa dilakukan jika pihaknya menyertakan jaminan seperti yang disyaratkan CDB. Rencananya, perseroan akan menjaminkan aset PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
"Karena dari awal pinjaman ini tidak ada jaminan dari pemerintah dan APBN. Namun, si pemberi uang ingin uangnya dijamin kembali dan ini yang masih kami diskusikan. Kalau persyaratannya dipenuhi, maka akan dicairkan," paparnya.
Wika tak akan langsung menggunakan seluruh utang tersebut. Utang yang belum terpakai masih akan disimpan di CDB untuk menghemat biaya bunga.
"Uangnya tidak masuk ke kami semuanya, karena kalau belum kami pakai biar di CDB dulu. Kalau dipakai ya secara bertahap sehingga menghemat biaya bunga," ungkapnya.
Sekedar informasi, Wijaya Karya bersama PT Jasa Marga, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara VIII membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Perusahaan patungan ini bersama China Railway International membentuk PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Di PSBI, Wijaya Karya bakal menyetor modal sebesar Rp 4,037 triliun secara bertahap sepanjang 2016-2018. Jumlah sebesar itu sesuai dengan porsi kepemilikan Wika terhadap 38 persen saham PSBI.
Setoran modal akan digunakan PSBI untuk meningkatkan kepemilikan saham pada KCIC secara proporsional. Ini disesuaikan dengan tahapan pembangunan prasarana dan sarana kereta cepat Jakarta-Bandung.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya