Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara aturan pemerintah, cuma 2 perusahaan smelter bisa bertahan

Gara-gara aturan pemerintah, cuma 2 perusahaan smelter bisa bertahan Ilustrasi tambang mineral. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah kembali mengizinkan ekspor konsentrat, mineral mentah kadar rendah untuk bauksit dan nikel. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 dan Nomor 6 Tahun 2017.

Kebijakan pemerintah ini berdampak pada lesunya usaha pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel dalam negeri. Diketahui 11 perusahaan smelter ditutup sedangkan 12 perusahaan lain merugi.

Meski demikian, masih ada dua perusahaan smelter yang mampu bertahan di tengah gejolak, yaitu PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel.

"Dua yang masih jalan di Marowali itu Tsingshan dan Guang Ching," ungkap Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Indonesia, Jonatan Handojo di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Menurutnya, kedua perusahaan tersebut bertahan karena tidak hanya bergerak pada usaha pengolahan nikel saja.

"Kenapa dia (Tsingshan dan Guang Ching) jalan, karena dia punya pabrik stainless steel. Jadi nikel pig iron-nya rugi disambungkan ke stainless steel, jadi itu yang menutup kerugiannya dia," tandas Jonathan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP