Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ganjil genap Tol Cikampek, Menhub Budi imbau masyarakat taat berkendara

Ganjil genap Tol Cikampek, Menhub Budi imbau masyarakat taat berkendara Menhub Budi Karya Sumadi launching operasi green line. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Kapolri Tito Karnavian dan Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Royke Lumowa, membuka launching operasi green line, sekaligus membuka peresmian tiga kebijakan untuk mengurangi dan menangani kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Kebijakan tersebut adalah, pengaturan angkutan barang (golongan III, IV dan V), pengaturan mobil pribadi (sistem ganjil-genap di gate tol) dan prioritas lajur khusus angkutan umum (bus besar/sedang). Diketahui, ganjil genap di ruas tol Jakarta-Cikampek mulai di berlakukan di gerbang pintu masuk tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur sejak hari ini mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB.

Budi mengatakan, hal tersebut dapat menjadi solusi ke depan agar mengurangi jumlah volume kendaraan yang masuk. Mengingat, banyaknya pembangunan infrastruktur di ruas tol yang berdampak pada kemacetan.

"Pemerintah lagi pembangunan MRT, LRT, dan sebagiannya, inilah solusi jangka panjang yang akan kita lakukan. Dalam mengelola ini kita tidak boleh asal menetapkan tanpa memberikan solusi. Kita harus evaluasi mana yang paling efisien mana yang paling bisa kita lakukan," kata Menhub Budi, di Mega City Bekasi, Senin (12/3)

Dia berharap, dengan adanya kebijakan tersebut masyarakat dapat lebih optimal dan sadar dalam bertransportasi. Mengingat, peran masyarakat sangat penting dalam mengurangi kemacetan.

"Hari ini kita lihat bagaimana berjalan baik. Kita ingin apa yang kita lakukan di sini dan tempat-tempat lain secara menyeluruh masyarakat sadar dalam bertransportasi di jalan kita menggunakan transportasi masal. Kita belum optimal kita terus upayakan," imbuhnya

Dia pun membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait kebijakan ini. Dia pun memohon maaf kepada seluruh masyarakat, jika kebijakan ini mengganggu seluruh pengguna jalan. "Kritik dari masyarakat harus dicoba. Karena memang pada dasarnya masyarakat yang akan merasakan. Dia akan merasakan baiknya. Secara umum yang terjadi di Jakarta-Bandung sudah melampaui batas," jelasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP