Gandeng IMO, pemerintah tingkatkan pelayaran Indonesia
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan bersama dengan International Maritime Organization (IMO) sepakat untuk bekerja sama di bidang pelayaran, khususnya terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan selain kerja sama di bidang pelayaran, pihaknya juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan capacity building.
"Kami juga berkoordinasi tentang kemungkinan adanya dukungan tenaga pendidikan bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan SDM di bidang industri pelayaran," kata Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (21/2).
Dia menambahkan, Indonesia akan lebih mengoptimalkan peranannya sebagai anggota Dewan IMO, sehingga lebih berdaya guna bagi industri maritim nasional. Hal ini untuk mendukung visi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
"Pertemuan tadi membahas isu-isu yang relevan di mana kita berbicara tentang hal-hal yang penting bagi dunia pelayaran, kita ceritakan tentang tol laut dan Sekjen IMO mengapresiasi apa yang kita lakukan, terkait dengan tol laut dan konektivitas," imbuhnya.
Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Mr. Kitack Lim menilai Indonesia adalah negara yang penting bagi IMO. Untuk itu, IMO ingin memperkuat dan meningkatkan kerjasama terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut.
"Ini pertama kali saya ke Indonesia sejak dilantik sebagai Sekjen IMO. Indonesia adalah salah satu negara yang penting bagi IMO dan saya ingin ada peningkatan kerjasama terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut," papar Kitack Lim.
Selain itu, Indonesia juga berencana untuk mencalonkan kembali sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019. Dengan begitu, maka Indonesia akan memiliki peran yang besar dalam ikut menentukan kebijakan-kebijakan terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut.
Mengingat kebijakan-kebijakan tersebut akan diputuskan oleh Dewan IMO. Pemilihan kembali anggota Dewan IMO periode 2018-2019 akan diselenggarakan pada Sidang Majelis IMO pada bulan November 2017 di London, Inggris.
Indonesia juga telah bekerjasama dengan Malaysia dan Singapura dalam mengelola keselamatan pelayaran, keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut di Selat Malaka dan Selat Singapura. Sekjen IMO juga mengapresiasi hal ini.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya