Freeport McMoran dinilai tak hargai kinerja Maroef Sjamsoeddin
Merdeka.com - Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan0 kemunduran Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin ditenggarai karena dirinya merasa tidak dihargai oleh perusahaan induknya, Freeport McMoran.
"Bisa saja ini karena pak Maroef tak dihargai. Karena seharusnya penawaran divestasi 10,64 persen harusnya pak Maroef yang menawarkan ini malah dari Freeport Amerika yang menawarkan," ujar Marwan saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (18/1).
Jika benar, kata dia, sikap Maroef patut diapresiasi. Selain membongkar mafia pencatut nama Jokowi-JK, Maroef juga berjasa dalam memberikan penawaran divestasi saham sebesar 10,64 persen (Rp 23 Triliun).
"Kalau memang pak Maroef mundur karena tidak dihargai itu kita apresiasi. Tapi kalau pak Maroef dianggap tidak berhasil itu juga bisa menjadi alasan dia mundur. Ya begitulah perusahaan asing suka-suka saja. Boleh saja dirut di tangan Indonesia tapi kebijakan di asing," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin resmi mengundurkan diri. Maroef pun menyampaikan pengunduran diri melalui surat elektronik yang disampaikan ke seluruh pegawai Freeport.
Dalam suratnya, Maroef hanya di kontrak dalam satu tahun oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini.
"Dengan berakhirnya masa kontrak kerja saya selama setahun sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan tawaran perpanjangan kontrak dari pimpinan Freeport McMoran, saya telah mengirimkan surat pengajuan pengunduran diri," jelas Maroef.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya