Fokus Tekan Inflasi Pangan, Bos BI: Berdampak Langsung ke Kesejahteraan

Bank Indonesia (BI) terus mewaspadai tren lonjakan inflasi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Khususnya, inflasi pangan yang telah mencapai 10,47 persen hingga melewati semester I-2022.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Fokus Tekan Inflasi Pangan, Bos BI: Berdampak Langsung ke Kesejahteraan
Gubernur BI, Perry Warjiyo. ©2020 Humas Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) terus mewaspadai tren lonjakan inflasi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Khususnya, inflasi pangan yang telah mencapai 10,47 persen hingga melewati semester I-2022.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, laju inflasi pangan tersebut harus segera diredam. Mengingat, berkaitan langsung dengan urusan perut rakyat.

"Ingat inflasi pangan itu adalah masalah perut, masalah rakyat, dan langsung ke kesejahteraan," kerasnya dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui Youtube Bank Indonesia, Jakarta, (10/8).

Perry melanjutkan, dampak kenaikan inflasi pangan juga tak hanya erat dengan sektor ekonomi semata. Namun, dapat berdampak luas ke sektor sosial karena turunnya daya beli masyarakat.

"Inflasi pangan ini bukan masalah ekonomi saja, masalah sosial juga. Bagaimana nanti Oktober dan seterusnya, ada (tahun) politik" bebernya.

Perkuat Peran TPID

Maka dari itu, Perry mendorong penguatan kerjasama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam upaya menekan laju inflasi pangan melalui operasi pasar dan kebijakan lainnya.

TPID merupakan wadah koordinasi dengan beranggotakan berbagai instansi pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), ketua pasar, serta perbankan.

"Jadi, mohon inflasi ini seperti layaknya kita ingin terus menegakkan kemerdekaan. Kita harus turunkan (inflasi pangan) paling tinggi 6 persen. Kalau bisa 5 persen," tutupnya.

Rekomendasi