Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Foke cari utang untuk bangun MRT

Foke cari utang untuk bangun MRT Fauzi Bowo. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pembangunan transportasi massal Mass Rapid Transport (MRT) tidak mungkin dibiayai oleh anggaran daerah DKI Jakarta. Di sisi lain, pemerintah daerah DKI Jakarta juga tidak bisa membebankan 100 persen pembiayaan kepada pihak swasta.

Salah satu langkah yang diambil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo adalah mencari utang. Foke, sapaan akrabnya, berencana menggunakan pinjaman jangka panjang dari Jepang.

Pinjaman ini berjangka 30 tahun dengan jaminan lunak dan bunga pinjaman 0,25 persen per tahunnya. Dalam pandangannya, skema pembiayaan pinjaman ini cukup strategis disesuaikan dengan proyek pembangunan MRT yang merupakan proyek jangka panjang.

"MRT tidak bisa sepenuhnya kita serahkan kepada swasta, tapi nanti akan ada pihak swasta, tapi tidak semua akan dikerjakan swasta. Pemanfaatan pinjaman jangka panjang tidak boleh ditutup, karena tidak mungkin dengan dana pemerintah, ini bisa term condition jangka panjang dan lunak," ungkap Fauzi Bowo di JCC, Jakarta, Kamis (30/8).

Namun, Foke masih belum berkenan menyebutkan rencana pinjaman jangka panjang. Dia juga belum menyebutkan nilai keseluruhan untuk proyek MRT dan porsi yang akan dibiayai dari pihak swasta.

Perhitungan sementara, kata Foke, kebutuhan pendanaan untuk MRT dari Lebak Bulus-Bunderan HI-Kota, mencapai Rp 23 triliun. Sedangkan untuk tahap dua yang mengambil rute Balaraja-Cikarang, kebutuhan pendanaannya sekitar Rp 70-80 triliun.

Foke melanjutkan pembiayaan dengan mekanisme pinjaman bukan hal baru. "Hal ini bukan di Jakarta saja, tapi di seluruh dunia. Operasional akan dikerjakan dan dibiayai oleh swasta," jelasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP