Fitra uji keberanian Presiden Jokowi copot Menteri ESDM dan BUMN
Merdeka.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) meminta Presiden Joko Widodo bersikap tegas terhadap menteri-menteri bidang ekonomi yang kurang berkompeten di bidangnya dan dinilai punya rapor merah.
Dua menteri bidang ekonomi yang jadi sorotan tajam adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said. Fitra meragukan keberanian Jokowi mendepak Rini dan Sudirman keluar kabinet kerja.
"Kalau dia (Jokowi) punya keberanian lakukan reshuffle terhadap menteri ESDM dan BUMN. Ini jadi prestasi dan hadiah 100 hari," ujar anggota Fitra Ucok Sky Khadafi dalam diskusi "100 hari Jokowi" di Jakarta Selatan, Rabu (28/1).
Ucok menilai, sejauh ini belum terlihat konsep tata negara hasil gagasan Jokowi-JK untuk 5 tahun ke depan. Ucok menyarankan semua mulai dibenahi dari sistem internal kementerian.
Dia mencontohkan, untuk tata kelola migas ke depan, lebih baik mulai dibenahi di internal dengan menghapus SKK migas dan menutup PT Petral. Sebab, kata dia, SKK Migas dan Petral bagian dari mafia migas.
"Itu yang harus dilakukan sebagai konsep dan rencana kerja," tandasnya.
Sebelumnya, Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng juga mengkritik kesalahan Jokowi menunjuk menteri BUMN dan menteri ESDM.
Salamuddin menilai penyusunan kabinet sudah sarat akan metode bagi-bagi jabatan kepada mereka yang berjasa mengantar Jokowi melenggang mulus menuju Istana Negara. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya