Fitra sebut program kedaulatan pangan Jokowi hanya sebatas angan
Merdeka.com - Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) kembali mengkritik kinerja Presiden Joko Widodo setelah hampir satu tahun memimpin Indonesia. Salah satu program yang disorot adalah soal kedaulatan pangan.
Sekjen Fitra, Yenny Sucipto menilai program kedaulatan pangan selama ini hanya jadi angan-angan belaka. Pasalnya, niat Jokowi tidak diikuti dengan kebijakan nyata seperti besarnya porsi anggaran yang disiapkan.
"Jokowi hanya menganggarkan untuk kedaulatan pangan di bawah Rp 1 triliun, dan itu tidak sesuai harapan kita," ujar Yenny di Jakarta, Rabu (14/10).
Padahal, lanjut Yenny, untuk menuju kedaulatan pangan terdapat banyak hal yang harus difasilitasi oleh pemerintah. "Dalam hal ini adalah kepemilikan tanah, lalu bicara soal distribusi dan lainnya," tambahnya.
Kemudian, faktor yang paling penting menurut Yenni adalah soal peningkatan bahan pangan sebelum dan sesudah panen. "Di situ butuh peran negara. Tapi sayangnya Jokowi tidak alokasikan anggaran ke sana," ujarnya.
Di sisi lain, Yenny juga mengkritisi program Jokowi untuk sektor informal. Jokowi tidak menjadikan sektor ini sebagai prioritas negara. "Padahal sektor itu memberikan kontribusi ke negara sebanyak 60 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Jadi fasilitas-fasilitas atau pembiayaan dalam rangka untuk memberikan peningkatan di sektor informal masih minim," tuturnya.
Yenny menambahkan, Jokowi juga kurang memberikan perhatian untuk kesehatan. Terbukti, ia hanya menganggarkan 3,1 persen dari total APBN 2015.
"Padahal secara mandatori spending, kesehatan harusnya mendapat porsi lima persen dari total APBN," tandasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya