Fitra: Holding BUMN cuma jadi sapi perah elit-elit tertentu
Merdeka.com - Sekretariat Nasional (Seknas) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menuding pembentukan holding BUMN di beberapa sektor hanya berperan sebagai sapi perah elit-elit tertentu.
Sekretaris Jenderal FITRA Yenny Sucipto mengatakan pembentukan ini bakal percuma tanpa diatur melalui payung hukum yang jelas mengatur operasional perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.
"Ini jangan ujug-ujug ada, holding tapi fundamental Undang-undang Badan Usaha Milik Negara(BUMN)-nya harus sesuai konstitusi, sekarang debatnya soal ke operasionalnya, seperti apa," ujar Yeny di kantornya, Jakarta, Selasa (22/3).
Dia menegaskan selama ini pemberian dividen kepada negara tak melalui transparansi yang ada. Apalagi, dari kebijakan privatisasi serta pelepasan seluruh hak saham perusahaan pada asing bukan wujud dari pengelolaan yang baik.
"Ciri pengkhianatan lakukan privatisasi, atau pelepasan seluruh hak milik, penggunaan, penguasaan apa yang jadi milik negara. Temuan Fitra ini merupakan fakta-fakta tak terbantahkan bahwa cara kita dalam pengelolaan, penguasaan atas hak warga negara tercederai, baik karena pengelolaan tidak profesional, sengaja perkaya diri, juga karena KKN dan penunjukan direksi tak profesional," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya