Fitch nilai perbankan Indonesia agresif salurkan kredit
Merdeka.com - Lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat Fitch Rating menilai sektor perbankan merupakan sektor yang paling dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi dengan sangat baik.
Rating Director PT Fitch Ratings Indonesia Eddy Handali mengatakan perkembangan sektor perbankan sangat erat kaitannya dengan kondisi makro ekonomi. "Perbankan kan tergantung makro ekonominya, kalau makro ekonomi baik mereka diuntungkan," katanya di Hotel Four Season, Senin (4/2).
Secara fundamental, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai terus membaik. Hal ini terlihat dari rasio pertumbuhan kredit perbankan Tanah Air yang dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ini, berada dalam kisaran 20 persen. "Itu dianggap cepat, memang fundamental membaik. Tapi kita masih tetap percaya diri," kata Eddy.
Fitch melihat angka tersebut sebagai cerminan fundamental ekonomi yang membaik, angka tersebut juga bisa menunjukkan agresivitas sektor perbankan.
"Kadang kalau itu menunjukkan bank sangat agresif. Mungkin takutnya terlalu agresif, di saat siklus ekonomi membalik, takutnya NPL (rasio kredit bermasalah) naik," ungkap Eddy.
Fitch menilai kondisi tersebut, direspon baik Bank Indonesia melalui regulasi. "Regulasi BI sudah cukup proaktif, misalnya aturan DP, itu positif (untuk menekan laju kredit konsumtif)," ungkapnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Fitch dari sektor perbankan adalah likuiditas dan asset. "Salah satunya mungkin bukan konsen, itu yang kita monitor likuditas, keuntungan, kualitas aset itu salah satu yang kita perhatikan," katanya. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya