Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fintech 360Kredi Jadi Perantara Penyaluran Pembiayaan J Trust Bank Senilai Rp60 M

Fintech 360Kredi Jadi Perantara Penyaluran Pembiayaan J Trust Bank Senilai Rp60 M ilustrasi fintech. ©2018 thenextweb.com

Merdeka.com - Perusahaan fintech lending, 360Kredi berkolaborasi dengan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank), untuk melakukan kerja sama channeling. Kerja sama ini bertujuan untuk mendongkrak pembiayaan masyarakat yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi covid-19.

Direktur Funding & Partnership 360Kredi, Purnama Sutedi mengatakan, nantinya perusahaan akan menjadi perantara dari J Trust Bank sebagai penyedia rantai pasokan kepada masyarakat. Adapun nilai dukungan pinjaman masyarakat diberikan Rp60 miliar.

"Untuk saat ini penyaluran pembiayaan tidak terbatas pada bidang atau sektor usaha tertentu. Artinya, peminjam dari berbagai bidang usaha memiliki peluang untuk mendapatkan pembiayaan dari J Trust Bank," ujarnya di Jakarta, Senin (15/11).

Direktur Operasional 360Kredi, Suhartono juga meyakini, momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi keberlangsungan bisnis 360Kredi sekaligus membawa semangat baru bagi kedua pihak demi menghadirkan kemudahan dan kecepatan penyaluran pinjaman kepada masyarakat.

Dalam catatan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), realisasi penyaluran dana pinjaman oleh industri fintech peer-to-peer lending mencapai Rp249 triliun hingga Agustus 2021. Nilai pinjaman tersebut menjangkau sebanyak 68 juta penerima.

"Kalau penyaluran pinjaman (fintech) sudah mencapai Rp249 triliun kepada 68 juta penerima. Itu dengan jumlah transaksi mencapai 469 juta," ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Budi Gandasoebrata dalam Media Briefing Bulan Fintech Nasional (BFN), Senin (8/11).

Pemicu Tingginya Pinjaman

Budi menyampaikan, tingginya realisasi nilai pinjaman di industri fintech di picu oleh sejumlah hal. Antara lain terus meningkatnya jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia. "Selain itu, juga karena media sosial yang tumbuh dengan cepat," imbuhnya.

Budi menambahkan, peningkatan realisasi penyaluran pinjaman juga dipicu oleh akselerasi digitalisasi di masa pandemi Covid-19. Khususnya di sektor jasa keuangan.

"Dengan pandemi ini kan orang-orang juga dengan terpaksa tidak bisa beraktivitas di luar. Sehingga, adopsi digitalisasi instrumen pembayaran jadi terakselerasi," bebernya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP