Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fenomena Brexit jadi pembahasan dalam pertemuan G20 di China

Fenomena Brexit jadi pembahasan dalam pertemuan G20 di China brexit. ©AP

Merdeka.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan dalam pertemuan G20 beberapa hari lalu di Chengdu, China, lebih banyak menyoroti mengenai fenomena keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit). Menurutnya, dampak yang ditimbulkan dari Brexit tidak sebesar seperti yang dibayangkan.

"Jadi praktis semua menganggap seolah-olah ada semacam kemunduran karena Brexit ini. Tapi tetap saja sebagai G20 kita meyakini bahwa masalah Brexit ini akan bisa ditangani dengan baik antara Inggris dengan Eropa," kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/7).

Selain itu, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) belum berencana untuk meningkatkan suku bunganya, menyusul adanya fenomena ini. Sebab, Amerika masih fokus pada perkembangan para pegawai, inflasi, dan sebagainya.

Bambang menambahkan, pihaknya juga telah melakukan intervensi khusus mengenai persiapan pertukaran data secara terbuka tahun 2018. Sebab, dirinya melihat harus ada sanksi atau hukuman kepada negara yang tidak patuh terhadap pajak.

Sebab, ada kemungkinan beberapa yurisdiksi yang mencoba mencari celah untuk tidak mengikuti ketentuan Automated Exchange of Information (AEoI) 2018. Sehingga, pihaknya meminta G20 untuk mewaspadai hal tersebut dan memastikan semua yurisdiksi negara maupun bukan negara untuk benar-benar bisa diikat di dalam AEoI 2018.

"Dan counter measure-nya ya semacam blacklist kemudian sanksi dalam bentuk apakah aliran uang, atau pengakuan terhadap sistem keuangan dan seterusnya," pungkasnya. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP