Februari Deflasi, Menko Darmin Ungkap Strategi Pemerintah Turunkan Harga Pangan
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Dengan demikian, untuk tahun kalender inflasi sebesar 0,24 persen, sedangkan tahun ke tahun terjadi inflasi 2,57 persen.
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan deflasi disumbang oleh penurunan harga bahan pangan seperti daging ayam dan telur. Di mana pada bulan sebelumnya terdapat kenaikan harga pada dua komoditas ini.
"Bulan-bulan sebelumnya, harga ayam, telur itu agak tinggi, nah bulan di awal Maret atau akhir Februari, dia harganya turun sehingga deflasi," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/3).
Penurunan harga daging ayam dan telur ini tak lepas dari upaya pemerintah melalui pengendalian pasokan pembentuk harga. Salah satu yang dikendalikan adalah harga pakan ayam yaitu jagung.
"Kalau ayam dan telor ya memang ada peranannya, urusan jagung. Artinya, makanan ayamnya sudah mulai bisa tersedia dengan baik pada Bulan Januari," katanya.
Menko Darmin melanjutkan, selain harga daging ayam dan telur, panen cabai dan bawang juga turut menyumbang deflasi. Sebab, cabai dan bawang sempat mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada bulan-bulan sebelumnya.
"Kalau cabai dan bawang itu karena musimnya memang, sekarang panennya mulai keluar, yang tadinya di pacekliknya itu barangnya tidak banyak," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya