Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Februari 2017, utang luar negeri RI tembus Rp 4.278 triliun

Februari 2017, utang luar negeri RI tembus Rp 4.278 triliun Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2017, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 321,70 miliar atau setara dengan Rp 4.278 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini naik dibanding bulan sebelumnya atau Januari 2017 yang tercatat hanya USD 320,92 miliar.

Posisi utang per Februari 2017 ini juga naik dibanding Desember 2016 yang hanya USD 316,78 miliar.

Dikutip dari data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 321,70 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.

Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 158,16 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,8 miliar. Total utang keduanya adalah USD 161,97 miliar. Total utang ini naik dibanding bulan sebelumnya yang hanya USD 161,23 miliar.

Sedangkan, porsi utang swasta tercatat sebesar USD 159,73 miliar. Angka utang ini naik tipis dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 159,68 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 29,31 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 130,42 miliar.

Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 9,9 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 120,45 miliar.

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada Februari 2017 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP