Februari 2016, PLN turunkan tarif listrik nonsubsidi
Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal kembali menurunkan tarif dasar listrik (TDL) untuk 12 golongan pelanggan nonsubsidi pada Februari mendatang. Ini menyusul penurunan harga minyak mentah Indonesia atau ICP menjadi dari USD 41,44 per barel menjadi USD 39 per barel pada Desember.
"Kemudian kurs melemah dari Rp 13.673 jadi Rp 13.796. Lalu inflasi naik dari 0,21 ke 0,96 persen," ujar Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di DPR, Jakarta, Kamis (28/1).
Benny mengungkapkan penurunan tarif tidak akan terlalu besar. Yaitu sebesar Rp 17 per kilowatt hour (kWh) untuk pelanggan rumah tangga R-I dengan daya 1.300 VA sampai 2.200 VA, pelanggan R-2 (3.500 VA-5.500 VA), pelanggan R-3 (6.600 VA keatas). Lalu, pelanggan bisnis B-2 dengan daya 6.600 VA - 200 kVa.
Penurunan sebesar Rp 13 per kWh untuk pelanggan bisnis B-3, seperti mal dan hotel, daya diatas 200 kVa. Kemudian, kantor pemerintah diatas daya 200 kVa dan 6.600-200 kVa.
"Industri besar, tegangan tinggi daya 30.000 kVa (I-4), layanan khusus TR/TM/TT, penerangan jalan umum P-3, turun Rp 11 per kWh."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya