Fakta di balik para pebisnis kaya China kuasai klub sepak bola dunia
Merdeka.com - Suning Holdings, perusahaan retail raksasa China, baru saja merampungkan pembelian klub sepak bola top dunia asal Italia, Inter Milan. Suning Holdings membeli Inter Milan seharga USD 307 juta atau setara Rp 4,1 triliun (kurs Rp 13.290).
Dilansir dari CNN Money, Selasa (7/6), ditaksir pembelian klub sepak bola top Eropa dari negara dengan ekonomi terbesar ke-2 dunia tersebut tidak akan berhenti sampai di situ. Para pebisnis tajir China masih akan melancarkan aksi belinya seiring ambisi Presiden China Xi Jinping dalam memajukan industri olahraga negeri Tirai Bambu.
Terkait Inter Milan, sang mantan presiden Massimo Moratti telah memutuskan untuk menjual kepemilikan sahamnya ke Suning. Pun, oleh sang presiden saat ini yang tak lain pengusaha Indonesia, Erick Thohir.

AC Milan vs Inter Milan ©AFP PHOTO
Maka dari itu, sekarang Suning Holdings menguasai hampir 70 persen saham tim kota mode Italia tersebut. Sementara, Erick Thohir tetap menguasai 30 persen saham melalui International Sports Capital. Meski kehilangan kepemilikan, namun, Erick tetap ditunjuk sebagai presiden klub.
"Kerja sama ini merupakan 'game changer' untuk Inter Milan. Popularitas sepak bola, khususnya di Asia dan China, akan mencapai pertumbuhan yang masif," ujar Erick Thohir.
Suning sejuh ini telah memiliki klub sepak bola lokal, Jiangsu Suning. Semenjak dibeli Suning, klub yang berbasis di kota Nanjing itu telah menggelontorkan duit besar untuk mendapatkan pemain top Eropa. Mereka adalah Ramires asal Chelsea yang dibeli dengan harga 25 juta Euro dan Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk 50 juta Euro. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya